7 Tips Mudik Aman, Nyaman dan Asyik bersama anak

Tidak terasa sebentar lagi bulan ramdhan akan berakhir, setelah berpuasa selama sebulan lamanya kita akan segera meyambut datangnya kemenangan di hari raya Idul Fitri.

Saat idul fitri tiba orang orang yang berada diperantauan biasanya punya tradisi mudik kekampung halaman. Ada yang mudik menggunakan motor, mobil, bis umum, kapal laut sampai pesawat terbang.

Saya sendiri biasanya mudik menggunakan mobil karena memang saat pulang bersama keluarga besar, jadi lebih irit ongkos. Hehee..

Nah saat mudik biasanya saya punya beberapa persiapan khusus yang harus dilakukan sebelum dan selama mudik. Supaya mudik tetap aman, nyaman dan asyik bahkan untuk anak-anak sekalipun. Karena seperti yang kita tau perjalanan mudik kadang tak semulus wajah Nia ramadhani. Ada saja masalah diperjalanan, nah untuk menghindari hal tersebut saya biassnya  melakukan beberapa tips berikut .


1. Cek Kondisi Mobil Sebelum Mudik

Hal ini yang paling sering digaungkan banyak influencer , tapi sedikit sekali masyarakat yang menerapkannya. Padahal mengecek kondisi mobil sebelum perjalanan jauh itu sangat penting loh demi kenyamanan dan keselamatan para penumpangnya.

" Ah, baru kemarin dipakai gak ada masalah. "

Weits, jangan berprinsip begitu ya. Kadang kita tidak pernah tau kapan dan dimana masalah itu muncul. Jadi lebih baik mencegah kan daripada menyesal kemudian.

Cek mobil kita dibengkel yang terpercaya. Untuk mengetahui kondisi rem, mesin dan lainnya. Enggak masalah ya keluar sedikit uang lebih demi kebaikan bersama.

Sebelum berangkat pastikan juga air radiator cukup dan bensin sudah terisi.

2. Jangan Lupa Isi emoney atau uang elektronik

Sejak diterapkannya peraturan terbaru tentang penggunaan uang elektronik di toll pada tahun 2018 kemarin otomatis hampir seluruh gerbang toll menggunakan kartu  e money untuk transaksi pembayarannya.

Nah sebelum mudik jangan lupa isi ulang saldo uang elektroniknya ya. Jangan sampai kehabisan malah akan merepotkan nantinya.

3. Bawa Bekal Makanan dan Minuman Kesukaan anak

Saat mudik jangan lupa bawa bekal makanan, minuman atau camilan kesukaan anak. Jadi anak tetap bisa makan tepat waktu atau sekedar ngemil meskipun kondisi jalan sedang macet.

Saya pernah sekali punya pengalaman yang kurang mengenakkan ketika pergi jauh tanpa persiapan matang. Waktu itu usia si abang masih 3 tahun.  Saat pulang dari kampung saya lupa membawa makanan atau camilan. Alhasil saat terjebak macet lebih dari 4 jam si abang kelaparan, sampai demam. Karena memang di toll berbeda dengan jalanan umum yang mungkin penjual makanan mudah ditemukan di kiri kanan. Padahal sebelum berangkat sudah makan dan minum susu, siang nya pun kami sempat beristirahat dan makan siang. Tapi namanya anak-anak, kadang ada saja maunya.

Sejak saat itu setiap pergi jauh saya selalu membawa bekal makanan yang cukup untuk anak, saya dan suami. Biasanya kalau untuk bekal makanan saya memilih makanan yang tidak mudah basi seperti nasi putih, sosis goreng, telur dadar/ceplok, ayam tepung dan lainnya. Sedangkan untuk camilan biasanya saya membawa makanan favorit anak-anak sehari-hari.


Untuk yang memiliki balita jangan lupa juga diapkan termos air panas, botol susu, susu dan makanan mpasi instan untuk diperjalanan.

Selain itu membawa bekal juga ternyata terbukti membuat pengeluaran sedikit lebih irit.

4. Siapkan obat-obatan yang diperlukan

Meskipun jarang digunakan tapi sebaiknya siapkan obat-obatan dalam kotak p3k khusus untuk di mobil. Obat -obatan yang sering sekali digunakan saat mudik antara lain : minyak angin, balsem, obat mabuk perjalanan, obat masuk angin, obat diare, dan koyo.


5. Siapkan botol kosong dan Pampers

Saat terjebak macet atau didalam tol akan sulit sekali menemukan toilet. Oleh karena itu terkadang saya membawa botol kosong atau memakaikan pampers untuk anak meskipun usianya sudah 5 tahun.

Kasihan anak saat ingin pipis tapi harus menunggu terlalau lama sampai menemukan rest area, apalagi kalau ternyata toiletnya penuh. Karena anak saya laki laki jadi mudah untuk pipis di botol, tapi untuk anak perempuan sebaiknya gunakan pampers, meskipun kadang menolak.

Meskipun begitu, setelah pipis jangan buang botol dan pampersnya sembarangan ya.

6. Bawa mainan kesukaan anak atau buku cerita

Biasanya anak-anak dalam perjalanan mudah sekali bosan, dan saat bosan dia mulai merengek atau bergerak atif dan sulit diam sehingga mengganggu pengemudi dan penumpang yang lain. Untuk menyiasatinya sebaiknya bawakan mainan kesukaan anak atau buku yang bisa dibacakan saat anak sudah mulai bosan. Kondisikan anak senyaman mungkin agar dia juga tidak rewel saat perjalanan.


7. Jangan menunda istirahat meskipun belum terasa lelah

Hal yang sering dialami pengemudi saat harus menyetir jarak jauh adalah kelelahan pada pinggang kaki, dan mata karena harus selalu fokus. Oleh karena itu sebaiknya pengemudi harus istirahat secara berkala setelah menyetir selama 3 jam meskipun kondisi badan dirasa masih fit.

Istirahat tidak perlu terlalu lama cukup 15 - 20 menit untuk meregangkan tubuh, dan mengistirahatkan mata. Sebaiknya saat beristirahat pengemudi keluar dari mobil dan melakukan gerakan senam ringan.

Meningkatnya jumlah kecelakaan dijalan sebagian besar dikarenakan kondisi fisik si pengendara. Jadi jangan paksakan tubuh secara berlebihan ya.

Mudik sejatinya bukan cuma sebuah tradisi, tapi lebih dari itu mudik bisa menjadi simbol kepedulian kepada keluarga yang ditinggal merantau. Jadi alangkah baiknya untuk mempersiapkan mudik dengan baik, agar saat pulang bertemu keluarga dengan keluarga dalam kondisi baik pula.

Dan karena bukan cuma kita yang mudik, jadi tetap utamakan kesabaran dalam mengemudi. Jangan ugal-ugalan, atau melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Jadikan mudik sebagai satu trip perjalanan yang menyenangkan bukan cuma untuk pengemudi tapi juga untuk anak-anak. Agar saat nanti diajak mudik lagi, mereka tetap bersemangat meskipun perjalanannya cukup melelahkan.

Terimakasih sudah membaca, semoga yang berencana mudik tahun ini diberikan keselamatan sampai tempat tujuan dan kembali juga dengan selamat.

Salam.


loading...
loading...

2 Comments

  1. Setuju banget mba soal yang emoney itu, terutama yang mudik lewat tol. Pengalaman mudik kemarin ke Bandung dari Jogja. Kita di sini nggak ada tol, jadi malas bikin emoney. Giliran masuk Bandung ya mau nggak mau harus beli biar bisa masuk tol heheh.

    ReplyDelete

Mari budayakan berkomentar dengan bijak