Tips Mengelola Keuangan Bersama Pasangan

Ngomongin soal keuangan rumah tangga itu jadi hal yang memang sensitif bagi sebagian orang, sebelum menikah aku juga banyak banget nih mengamati kasus rumah tangga yang sering cekcok karena masalah keuangan, bahkan tak jarang sampai berujung perpisahan.

Apalagi aku sendiri mengalaminya dilingkungan keluarga dulu, jadi saat aku berumah tangga aku sebisa mungkin memberikan pengertian tentang pemahamanku dan keinginanku ke suami supaya kita berdua saling tau apa yang ada difikirkan masing-masing, karena aku tau suami bukan Edward Cullen yang bisa membaca fikiran istrinya. Apalagi sejak aku diminta berhenti kerja, dan sumber keuangan seluruhnya dari suami.

sumber gambar :pixabay
Jadi kebiasaan kita setelah gajian biasanya suami akan kasih tau gajinya berapa, baru deh kita buat daftar pengeluaran dari A-Z. Mulai dari bayar sekolah, bayar listrik sampai kasih ke orang tua semua transparan. Sisanya kita gunakan bersama. Berikut beberapa tips mengatur keuangan bulanan ala aku :

1. Transparan soal gaji
Ini buatku yang utama banget, sejak awal nikah. Dulu bahkan saat aku kerja aku juga selalu transparan soal gajiku kesuami walaupun pada akhirnya gajiku ya memang cuma buat keperluanku sendiri.

Tapi aku selalu kasih info ke pak suami, karena kita menuntut asas transparansi jadi baik dia atau aku sama-sama kasih tau soal gaji. Dan memberitahu kalau ada barang keperluan pribadi yang ingin dibeli. Memang kesannya repot banget ya, tapi dengan melakukan ini kita menghindari asumsi "duit-duit gue, terserah dong mau pake apa". Nah, dirumah tangga punya fikiran sesimpel ini aja udah bahaya banget, Ujung-ujungnya bisa dipastikan keributan. Gak mau kan cuma karena urusan sepele yang udah jadi kebiasaan malah jadi Boomerang buat diri sendiri dan keluarga.

2. Buat daftar pengeluaran wajib
Setelah tau berapa penghasilan dibulan itu, biasanya saya sebagai asisten keuangan akan buat rekap pengeluaran wajib, seperti bayar air, listrik, biaya sekolah, cicilan, uang untuk orang tua dan lainnya.

Daftar pengeluaran itu wajib ditulis, kalau memang belum digunakan biasanya uangnya tetap dipisah, supaya tidak terpakai untuk urusan yang kurang bermanfaat.


3. Sisihkan uang untuk tabungan anak
Aku dan suami memang sepakat punya tabungan untuk setiap anak, meskipun nominal nya tidak terlalu besar tapi kalau ditabung rutin setiap bulan juga jadi banyak, insyaallah bisa bermaat untuk kakak nanti masuk sekolah atau kebutuhan kakak lainnya.

Ada banyak cara sih biasanya yg aku lakuin untuk menyisihkan uang untuk tabungan anak, untuk sehari-hari biasanya aku masukkan kedalam tabungan. Nominalnya bervariasi mulai dari 1.000 sampai dengan 20.000 tergantung situasi, tujuannya selain menyisihkan uang untuk keperluan anak juga mengajarkan anak untuk belajar menabung setiap hari.

Sedangkan orang tuanya biasanya menabung untuk biaya pendidikan anak dibank dengan membuat buku tabungan rencana, yang perbulan nya kita bisa menabung mulai dari kelipatan Rp 50.000, dalam jangka waktu tertentu tabungan baru bisa dicairkan.

Baca Juga ;


4. Sisihkan uang untuk tabungan tidak terduga
Selain untuk tabungan anak, uang sisa gaji juga disisipkan untuk keperluan tidak terduga lainnya. Supaya tidak menggangu alokasi keuangan lainnya.

Karena kadang ada pengeluaran tidak terduga seperti biaya berobat kerumah sakit, atau lainnya. Kalau kita punya uang cadangan, kita tidak perlu pusing saat hal-hal diluar dugaan terjadi.

Kalau tidak terpakai gimana ? Nah uang cadangan yang tidak terpakai biasanya aku alokasikan sebagai tabungan. Jadi bisa jadi uang cadangan juga, tapi karena ditabung dan setiap bulannya ditambahkan yang cadangan lainnya hasilnya malah bisa beli sesuatu deh.

5. Biasakan selalu jujur satu sama lain jika memiliki keinginan dan diskusikan
Pernah gak Bun, pak suami tiba-tiba pulang bawa mainan baru kesukaannya tanpa izin istri terlebih dulu. Dan ujung-ujungnya ribut ?.

Pernah ? Iya aku juga pernah. Dulu.

Pak suami itu hobinya main bola, dan hampir setiap 2 bulan sekali itu selalu ada sepatu bola baru yang nangkring di rak sepatu. Dan yang bikin darah tinggi adalah paksuami gak pernah bilang sebelum membeli. Jadi tau nya udah beli aja..

Banyak ibu ibu kemudian sabar , dan merelakan pada akhirnya. Tapi bu kalau ibu terus membiarkan kesalahan ini dijamin, suatu hari akan ada yg lebih menjengkelkan terjadi.

Sebaiknya komunikasikan dengan pasangan kita keinginan kita, terlebih sekarang sudah berumah tangga yang tentunya sudah banyak sekali pertimbangan dalam setiap keputusan. Jangan karena mementingkan ego diri sendiri akhirnya mengenyampingkan kepentingan orang banyak.

Baca juga :

6. Jangan merasa ini gajiku ini milikku
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya saat suami atau istri merasa bahwa ini gajinya, miliknya dan haknya, sehingga dia bebas melakukan apapun sesuai keinginannya maka timbullah satu ego yang mungkin bisa menyakiti pasangannya.

Bagaimanapun jika sudah berumah tangga segala sesuatunya adalah milik bersama,  jangankan soal gaji , suka duka saja dibagi bersama.


7. Saling mengerti
Hal yang paling sederhana tapi paling sulit dilakukan adalah saling mengerti. Kadang mungkin suami kita ingin memberikan lebih untuk orang tuanya karena satu dan lain hal, saat sudah berusaha mendiskusikannya kepada kita , kita juga harus berusaha mengerti. Atau jika kita memiliki keinginan dan sudah disampaikan kepada suami, suami pun harus berusaha mengerti.

Perkara keuangan adalah perkara yang paling sensitif bagi seseorang, jadi sebaiknya bicarakan baik -baik kepada pasangan anda. Lebih baik lagi jika sudah mengetetahui dan membuat kesepakatan kepada pasangan sebelum menikah supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

Terimakasih sudah membaca, salam

Baca juga :


Post a Comment

1 Comments

  1. Sangat bermanfaat infonya mba, semoga blognya bisa jadi sukses.
    Mampir blog aku juga ya mba https://www.syndromebahasa.com/

    ReplyDelete

Mari budayakan berkomentar dengan bijak