Untung Rugi Gaya Hidup Cashless, Cermati Kebutuhanmu dengan Bijak

Sekarang ini alat pembayaran bukan cuma berbentuk uang kertas atau logam. Seiring berkembangnya teknologi transaksi keuangan kini bisa dilakukan hanya dengan kartu atau dengan scan barcode di handphone dan semua transaksi terselesaikan dalam satu genggaman. Semudah itu ....

Kemajuan perkembangan transaksi elektronik tentu tidak terlepas dari kemajuan teknologi yang akhirnya membuat manusia terus beradaptasi. Gak kebayang kalau manusia enggan belajar dan berinovasi, bisa dibayangkan kalau Sampai sekarang kita masih mengantongi uang receh untuk berbelanja. Duh pasti berat banget bawanya kalau giliran mau belanja banyak. Bisa bisa berangkat bawa karung pulang bawa karung lagi. Hehehe..




Penggunaan uang elektonik semakin tumbuh dan mulai banyak digunakan di Indonesia. Dikutip dari TEMPO.CO nominal per Desember 2017 mencapai Rp. 115,5 triliun atau tumbuh 64% dibading Desember 20016 yang senilai Rp. 7,06 triliun. pertumbuhan tersebut juga meningkat dua kali lipat jika dibandingan pertumbuhan dari 2015 ke 2016 sebesar 33,7%.  Dan pada tahun 2019 seperti yang kita tau, kita sedang mengalami perang diskon besar-besaran dari berbagai perusahaan penyedia uang elektornik.

Uang elektonik bukan lagi menjadi sebuah kebutuhan tapi sudah menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan yang membuat hidup mereka lebih mudah dan praktis.



Baca juga :



Macam Uang Elektronik

Uang elektronik yang umum dipergunakan di Indonesia ada dua bentuk

Kartu elektronik ( E-Money)
Seperti namanya kartu elektronik ini berbentuk seperti kartu yang memiliki chipNilai uang elektronik chip disimpan dalam chip atau kartu. Biasanya transaksi kartu digunakan pada layanan umum seperti busway, TOL,  kereta, dan parkir. 


Untung Rugi Gaya Hidup Cashless, Cermati Kebutuhanmu dengan Bijak


Dompet Digital ( E-Walet)
Nilai uang elektronik server disimpan dalam server sehingga berbentuk aplikasi dompet digital. Dompet Digital biasanya berbentuk aplikasi, sekarang ini sudah banyak aplikasi yang elektronik di Indonesia seperti gopay, OVO, DANA, Link aja, dan lainnya.

Setiap aplikasi punya kelebihan dan kekurangan sendiri, jadi silahkan pilih sesuai dengan kebutuhanmu.

Memang sih, uang elektronik belum menjangkau seluruh daerah di Indonesia, Tapi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan kota lainnya, masyarakatnya sudah banyak menggunakan uang elektronik untuk pembayaran kebutuhan harian seperti makan, transportasi, parkir, pembelian tiket, bahkan sampai pembayaran bulanan juga dilakukan menggunakan transaksi elektronik karena dinilai lebih mudah, praktis dan memiliki keuntungan tersendiri.

Apalagi dengan didukung banyaknya store atau outlet yang juga menerima pembayaran uang elektronik semakin banyak orang yang kemudian beralih menggunakan uang elektronik dalam pembayarannya. Oleh karena itu uang elektronik di kota-kota besar bukan lagi hal baru, sudah menjadi kebiasaan dan gaya hidup yang kekinian. Gaya hidup yang minim penggunaan uang cash atau uang tunai inilah yang kemudian disebut dengan Cashless.

Cashless  why not?

Bagi kita yang sekarang hidup didunia yang modern, serba praktis dan mudah gaya hidup Cashless ini cocok banget untuk kita  yang males ribet.

Pernah kan kita ngalamin pas mau bayar trus mbak atau abangnya bilang

" Ada uang receh aja gak mba ?"

Atau

" Yah, gak ada kembaliannya mba !"

Atau kita diminta nunggu lama trus siabangnya muter nyari uang receh.

Memang sih itu cuma terjadi di pedang kecil pinggir jalan. Tapi ya cukup merepotkan juga ya kalau tiap bayar mesti pakai uang pas.

Sedangkan biasanya ketika berbelanja diminimarket kembalian pecahan ratusan rupiah sering diberikan dalam bentuk permen atau ditawarkan sebagai sumbangan. Tapi memang lebih baik sih, karena seringnya 200 rupiah memang sulit dibelanjakan kembali. Tapi 200 rupiah dikali sepuluh kali transaksi juga jadi 2.000 ya. Banyak juga uang yg akhirnya terabaikan..

Tapi dengan uang elektronik meskipun saldo dibelakang kita ada angka bahkan 78 perak, itu masih bisa terpakai dan bisa terakumulasi lagi dengan saldo lain. Jadi gak ada tuh istilah yang receh dibuang-buang.

Meskipun masih pro kontra dimasyarakat dan sifat penggunaannya masih belum mencakup seluruh daerah di Indonesia, tapi gaya hidup Cashless itu punya banyak keuntungan loh, diantaranya :

Lebih simpel
Pembayaran mengunakan uang elektronik memang lebih simpel daripada menggunakan uang tunai atau lainnya.

Kita cukup scan barcode kemudian password dan pembayaran pun selesai, tidak perlu lagi membuka dompet mencari uang pas atau menunggu kembalian.

Cocok banget untuk kita yang mobilitasnya sudah tinggi, dan penggunaan handphone juga semakin tinggi. Jadi semua pembayaran cukup menggunakan handphone.


Baca juga :


Rekap pengeluaran tercatat otomatis

Jika menggunakan uang cash kita harus sering mencatat pengeluaran, kalau ingin tau apa saja sih yang kita belanjakan selama ini.

Sedangkan saat menggunakan uang elektronik semua riwayat pembayaran akan tercatat otomatis dalam sistem. Kita cukup membuka aplikasi uang elektronik kemudian mencari riwayat pembayaran.


Bisa membeli produk dengan harga lebih murah dengan promo tertentu

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan uang elektronik saat ini tidak terlepas dari support para pengusaha yang mendaftarkan outlet atau store-nya dalam program promo beberapa brand uang elektronik, sehingga banyak diskon dan promo bertebaran yang menarik hati para konsumen.

Jika menggunakan uang cash kita membayar harga normal, dengan menggunakan uang  elektronik kita bisa mendapatkan diskon 10-20% dalam setiap transaksi. Jadi lebih murah kan.
Untung Rugi Gaya Hidup Cashless, Cermati Kebutuhanmu dengan Bijak


Lebih aman dan terhindar dari pencurian
Sekarang ini banyak sekali modus pencurian di jalan, mulai dari hipnosis, copet dan penodongan masih marak terjadi dijalanan.

Membawa uang cash dalam jumlah banyak selain merepotkan juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri terhadap tindak kejahatan di jalanan.

Berbeda dengan uang cash yang bisa digunakan, uang elektronik memiliki pengaman sendiri berupa sandi yang apabila gagal dimasukkan maka uang tersebut tidak akan bisa dicairkan atau  bahkan digunakan.
Dan meskipun handphone kita hilang tapi saldo uang elektronik di handphone masih bisa diamankan.

Mengurangi resiko penyebaran uang palsu
Dengan menggunakan uang elektronik, kita bisa menimalisir pengedaran uang palsu. Kedepannya jika outlet penerima uang elektronik berkembang maka penggunaan uang cash juga akan semakin sedikit, jadi tipis kemungkinan kita mendapatkan atau menerima uang palsu.


Transportasi publik dan area umum sudah mulai mengembangkan pembayaran elektronik

Untung Rugi Gaya Hidup Cashless, Cermati Kebutuhanmu dengan Bijak

Banyak orang sebenarnya yang masih enggan menggunakan uang elektronik, tapi beberapa tempat parkir di gedung, mall dan tempat layanan umum lainnya sudah mengharuskan pengunjungnya memiliki uang elektronik untuk pembayaran.

Jadi mau tidak mau para pemakai jasanya harus membuat uang elektronik atau jika tidak ingin mereka harus mencari tempat lain yang masih menerima uang cash.

Seperti contoh nya jalan TOL yang sudah menggunakan uang elektronik sejak 31 Oktober 2017.

Agak merepotkan sih ya, kalau kita tidak mau mengupgrade diri sedangkan disekeliling kita semua hal berkembang pesat.

Disisi lain uang elektronik juga memiliki beberapa kekurangan, seperti :

  • Belum semua outlet menerima uang elektronik, jadi ketika kita mengalokasikan seluruh dana ke uang elektronik malah tidak efisien.
  • Uang elektronik masih menjangkau kota-kota besar, sedangkan didesa penggunaan uang elektronik masih sangat minim.
  • Uang elektronik yang berbentuk kartu chip umumnya tidak memiliki keamanan seperti dompet elektronik, sehingga jika hilang bisa dipergunakan dengan mudah oleh orang lain.
  • Penggunaan uang elektronik berupa dompet digital membutuhkan support internet yang kuat, kendala yang sering terjadi adalah ketika sinyal lemah pembayaran sulit dilakukan
  • Karena bersifat elektronik, resiko eror akibat kesalahan teknis bisa saja terjadi sehingga berakibat kerugian

Nah, tentu kita memiliki kebutuhan masing-masing ya dalam transaksi keuangan sehari-hari, mungkin ada yang lebih banyak transaksi menggunakan uang tunai atau sebaliknya.  Jadi kamu termasuk yang mana ?.


Terimakasih ya sudah membaca,  salam.



Referensi :
https://bisnis.tempo.co/read/1061730/tumbuh-64-persen-bi-transaksi-uang-elektronik-rp-115-t-di-2017/full&view=ok





Post a Comment

0 Comments