Jangan Biarkan Stress terlalu lama, kalau tidak ingin mendidap 6 penyakit ini

Dewasa ini banyak orang mengalami stress, tidak hanya pada orang dewasa bahkan stress juga menjangkit remaja bahkan anak-anak. Penyebabnya sendiri sangat beragam, tergantung pada kondisi lingkungan dan psikis orang yang terkena stress.

Sebagai orang dewasa mungkin kita sudah mengetahui sedikit banyaknya, betapa hidup ini sangat kompleks dan rumit. Tapi bagi anak-anak apalagi anak usia sekolah stress umumnya datang dari lingkungan sekolah dan keluarga. Seperti terlalu banyak belajar, tekanan dari sekolah atau orang tua, dan ambisi yang terlalu kuat juga bisa menyebabkan stress. Perlu pendekatan khusus untuk mengurangi stress pada anak-anak. Karena jika dibiarkan stress bisa menghambat tumbuh kembang anak bahkan bisa berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan. Karena umumnya anak-anak belum bisa mengelola emosi dengan baik, sehingga butuh bimbingan dari orang-orang terdekatnya.

Jangan Biarkan Stress terlalu lama, kalau tidak ingin mendidap 6 penyakit ini


Sedangkan pada kasus orang dewasa kebanyakan stress malah seolah menjadi teman hidup yang sulit sekali dihilangkan dan hampir menjangkiti setiap orang. Rutinitas yang padat, mobilitas tinggi dan gaya hidup yang serba instant juga bisa membuat lingkungan yang rentan stress. Jangankan orang-orang yang bekerja, ibu rumah tangga seperti saya sekalipun rentan mengidap stress dengan berbagai faktor pemicu. Bahkan sesederhana bosan dengan rutinitas bisa menyebabkan stress. Oleh karenanya dibutuhkan maintance emosi dan fikiran agar kita bisa mengelola stress dengan baik, karena stress yang berlarut-larut bisa menyebabkan berbagai macam penyakit baik penyakit fisik maupun psikologis.

Dalam buku seni melupakan dan berdamai dengan masa lalu mengatakan bahwa, Fikiran memiliki hubungan yang erat dengan tubuh manusia. Jadi apapun yang kita pikirkan, baik ataupun buruk akan berdampak pada kesehatan tubuh kita secara langsung. Dikutip dari news Health, efek yang ditimbulkan akibat stress antara lain :


Kanker dan Gangguan Imun
Dewasa ini penyakit kanker semakin merajalela, rasanya banyak sekali orang yang mengidap kanker. Selain disebabkan karena faktor makanan, kanker juga bisa disebabkan karena masyarakat kita rentan mengidap stress, yang membuat sistem imun tubuh kita menurun.

Sistem imun alami tubuh dirancang untuk melindungi tubuh dari zat-zat berbahaya. Stress kronis dapat merusak sistem imun tubuh manusia. Akibatnya, resiko kanker dan masalah kesehatan lainnya semakin tinggi.

Oleh karena itu sebaiknya atas stress dengan melakukan meditasi, yoga, dan kegiatan lain yang mampu menenangkan fikiran. Sesuain aja dengan kepribadian kita masing-masing, misal aku nih kalau lagi marah senengnya menyendiri sambil minum es kopi - ala ala meditasi sambil menenangkan fikiran. Setelah tenang baru deh biasanya aku ngobrol, dan mulai membicarakan masalah.

Penyakit Jantung
Menurut Chauncey Crandall,MD salah seorang ahli jantung menyatakan bahwa, stress merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. 

Karena saat kita marah atau stress berlebihan maka detak jantung akan tidak stabil. Saat kita sedang stress bagian otak bernama hipotalamus memicu pelepasan hormon andrenalin  dan kortisol. Dimana hormon andrenalin dapat meningkatkan denyut jantung sedangkan hormon kortisol dapat menuangkan kenaikan gula darah.

Jadi Mak, kalau stress coba deh ambil waktu sejenak dan mulai input fikiran positif. Lihat sisi baik dari hal terburuk sekalipun, meskipun sulit. Tapi ini lebih baik daripada kita bergulat dengan fikiran negatif dan kemarahan.

Rambut Rontok
Saat kita stress, kita akan mengalami kondisi dimana darah putih menyerang folikel rambut (alopecia), kemudian bisa juga menyebabkan rambut berhenti tumbuh dan mengalami kerontokan ekstream.


Masalah Berat Badan
Ada orang yang ketika stress dia malah terobsesi dengan makanan, merasa tenang saat dia makan. Sehingga saat stress melanda dia akan mengalami kenaikan berat badan yang signifikan. Apalagi orang yang sedang stress cendrung tidak menjaga dirinya sendiri, dan jika pola ini terus berulang maka bisa terjadi obesitas dan penyakit turunan lainnya.

Ada juga orang yang ketika stress malas makan, dan mengurung diri. Orang seperti ini malah membahayakan dirinya sendiri.

aku lebih ke tipe orang yang makan sih saat stress, tapi masih dalam porsi yang normal. Kasus masalah berat badan karena stess ini banyak dialami banyak orang. Bahkan ada yang sampai tekena obesitas atau sebaliknya, terkena anoreksia.

Memang menurut penelitian beberapa makanan bisa mengurangi stress dan membantu tubuh untuk relaksasi, seperti coklat. Tapi kalau dimakan dalam jumlah berlebihan juga rasanya malah berdampak buruk bagi tubuh.

Sindrom Metabolik
Orang yang mengalami stress bisa berisiko terkana sindrom metabolik, yang merupakan kombinasi dari diabetes, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, obesitas dan kolestrol yang abnormal. 

Depresi dan Kecemasan
Stress yang berlarut-larut dan terjadi dalam jangka waktu panjang tanpa penanganan khusus dapat  menyebabkan depresi dan gangguan kesehatan bagi penderitanya. Saat stress berlangsung dalam waktu lama, biasanya penderita mengalami kecemasan terhadap sesuatu, sulit tidur, resah dan kadang membuat penderitanya mengalami sakit kepala. Selain itu, stress juga bisa menyebabkan depresi. Sudah banyak sekali berita tentang orang yang mengidap depresi sehingga membahayakan dirinya dan orang lain. Beberapa waktu lalu kita sempat dihebohkan dengan pembunuhan seorang bayi oleh ibu kandungnya sendiri karena si ibu mengalami depresi, pemicu utamanya adalah suaminya dan para tetangga yang menghakimi dirinya tentang caranya merawat bayi. Stress kalau dia tidak bisa merawat bayinya dengan baik, ditambah tekanan dari suami dan kurangnya support orang-orang disekitarnya membuat dia mengalami depresi yang membuatnya merasa mendengar suara aneh yang mengajaknya melakukan hal-hal yang tidak benar.

Oleh karena itu jangan pernah menyepelekan stress baik yang terjadi pada diri kita sendiri maupun orang-orang disekitar kita. Bantulah mereka yang mengalami stress meskipun dengan hal sederhana seperti mendengarkan keluh kesahnya dan memberikan semangat positif. Jangan biarkan mereka terjebak dalam lingkaran setan dimana mereka terus berorientasi pada hal-hal negatif yang terjadi. Dan kalau itu terjadi pada diri sendiri mulailai membuka fikiran terhadap masalah yang terjadi. Cari sisi positif dari masalah yang kita hadapi agar kita bisa keluar dari pemikiran negatif. Selain itu kita juga bisa melakukan meditasi, yoga, berolahraga atau melakukan kegiatan lain yang disukai agar bisa mengurangi stress dalam diri.

Terimakasih sudah membaca, salam.





Post a Comment

1 Comments

  1. makasih sharingnya, stres hrs diatasi ya, banyak caranya

    ReplyDelete

Mari budayakan berkomentar dengan bijak