Menyikapi Gerhana Bulan 11 Januari 2020 bagi Ibu hamil


Setelah gerhana matahari 26 Desember 2019 kemarin. Pengamat mengatakan akan ada lagi gerhana yang terjadi di tahun 2020. Salah satunya gerhana bulan yang akan terjadi besok, 11 Januari 2020.

Kejadian gerhana sendiri bagi kira memang bukan hal asing dan sudah beberapa kali terjadi dan ditemui oleh kita. Sayangnya masih banyak orang yang mengaitkan gerhana matahari atau gerhana bulan dengan mitos-mitos yang belum terbukti kebenarannya.


Dalam pandangan agama Islam sendiri Gerhana merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah yang seharusnya membuat kita semakin takut dan taat kepada Allah. Karena tak ada satu halpun yang terjadi didunia ini tanpa seizin Allah. Dan bisa dibayangkan bagaimana besarnya kuasa Allah sehingga bisa mengatur alam semesta sedemikian rupa.

Dari ‘Aisyah r.aNabi saw bersabda,
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Ada banyak Mitos yang  berkembang dimasyarakat saat gerhana terjadi, salah satunya adalah saat gerhana ibu hamil harus mengumpat dikolong tempat tidur agar anaknya tidak mengalami cacat fisik.

Dibeberapa daerah, hal ini masing banyak dilakukan oleh para ibu hamil. Meskipun dia sendiri sebenarnya tidak yakin tapi mereka akhirnya memilih melakukan daripada takut kalau terjadi apa-apa pada anaknya nanti.

Menurut ilmu pengetahuan, tidak ada hubungannya sama sekali antara gerhana matahari dan bulan dengan perkembangan janin pada anak. Melihat gerhana matahari secara langsung memang bisa menyebabkan kerusakan pada kornea mata si ibu, tapi tidak ada hubungannya sama sekali dengan janin yang dikandungnya. Cacat pada bayi didalam kandungan bisa disebabkan oleh banyak faktor, tapi gerhana matahari dan bulan bukan salah satunya.

Jika kemudian ada ibu yang melahirkan anak kurang sempurna karena dia tidak berlindung dari gerhana matahari atau bulan, maka sebenarnya itu hanya sebuah kebetulan.

Ada pula mitos yang mengatakan saat gerhana terjadi ibu hamil diharuskan membawa benda logam atau benda tajam guna melindungi anaknya dari hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Dalam Islam, mempercayai sesuatu bahwa barang tersebut dapat melindunginya disebut tatayur dan itu merupakan dosa.  Bagaimana kita bisa meminta perlindungan dari benda mati, sedangkan kita punya Allah yang memiliki alam semesta dan seisinya.

Oleh karena itu daripada percaya pada hal-hal yang belum terbukti kebenarannya lebih baik melakukan hal yang sudah Allah perintahkan dalam menanggapi fenomena gerhana matahari dan bulan yang terjadi dihidup kita, yaitu dengan melakukan solat gerhana.

Adapun tatacara melakukan sholat gerhana adalah sebagai berikut :
  • Berniat di dalam hati
  • Takbiratul ihram seperti salat biasa
  • Membaca doa iftitah dan bertaawuz, kemudian membaca Surah Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan dikeraskan (jahr) suaranya.
  • Rukuk dengan waktu yang lama
  • Bangkit dari rukuk (iktidal)
  • Setelah Iktidal, tidak langsung sujud, tetapi membaca Surah Al-Fatihah dan Surah panjang. Surah yang dibaca saat berdiri yang kedua ini, lebih pendek daripada saat berdiri sebelum rukuk
  • Rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya
  • Bangkit dari rukuk (iktidal)
  • Sujud yang lamanya seperti rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali
  • Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama dengan bacaan dan gerakan yang lebih singkat
  • Tasyahud, dan terakhir
  • Salam.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan dan keselamatan. Aamiin

Post a Comment

0 Comments