Buat Kamu si Introvert, Lakukan Ini supaya Kamu Gak Tenggelam Dalam Kesendirianmu

Tsay,
Pernah enggak sih kamu bertanya sama diri kamu " aku tuh tipe kepribadian apa sih ?, Introvert, Ekstrovert atau ambivert.

Udah tau dong ya apa arti kata-kata diatas ?. Sedikit aku jelasin lagi ya secara garis besar, sebelum kita lanjutin. Dikutip dari Wikipedia, Di dalam psikologi, terdapat pengelompokkan kepribadian manusia bedasarkan bagaimana manusia memperoleh gairahnya. Pengelompokkan ini pertama kali dicetuskan oleh Carl Jung (1920), dalam bukunya berjudul Psychologische Typen, yaitu kepribadian introvert, ekstrovert dan ambivert.



Orang dengan kepribadian introvert cenderung menutup diri dari dunia luar, suka menyendiri, dan tidak banyak berbicara. Orang dengan kepribadian introvert umumnya memiliki karakter analitis, dan cenderung hati-hati sebelum berbicara, merasa kurang nyaman jika terlalu banyak pertemuan dan keterlibatan sosial, lebih senang bekerja sendirian, serta lebih suka berinteraksi secara personal, atau one by one.  Keunggulan dari tipe kepribadian ini adalah mereka berpikir dulu sebelum berbicara atau melakukan sesuatu, mereka adalah pendengar yang baik, dan bersikap analitis. Makanya kepribadian introvert sebenarnya lebih banyak berbicara dengan dirinya sendiri dan fikirannya.

Kebalikan dari introvert, kepribadian ekstrovert cenderung lebih membuka diri terhadap dunia luar. Mereka menyukai keramaian, dengan banyak interaksi dan aktivitas sosial. Tipe kepribadian ini lebih mudah mengungkapkan perasaan melalui kata-kata, mudah bosan dengan kesendirian, dan lebih senang bercerita daripada mendengarkan.  Keunggulan dari tipe ekstrovert adalah kepercayaan diri antusiasme yang tinggi, mudah bergaul, aktif, dan dapat berinteraksi dengan banyak orang sekaligus. Kepribadian ekstrovert juga cenderung ceria dan menyenangkan, sehingga disukai orang orang disekelilingnya.

Ambievert merupakan kepribadian gabungan antara introvert dan ekstrovert. Kelebihan dari tipe ini, mereka nyaman berada di tengah keramaian dan berbagai aktivitas sosial, tetapi juga rileks dengan kesendirian. Kekurangan dari kepribadian ambievert adalah mereka cenderung moody, karena sifat yang berubah-ubah. Orang dengan kepribadian ambievert bisa nyaman di manapun, baik tempat ramai maupun sepi, mereka cenderung lebih mudah dalam setiap hal karena bisa bekerja sendiri maupun dengan orang lain.

Nah, dari penjelasan di atas kira-kira kamu tipe kepribadian apa ?. Kepribadian ini sebenarnya banyak orang yang bahkan salah menilai dirinya sendiri, kadang kita menganggap bahwa diri kita itu introvert tapi setelah bertemu beberapa orang yang klop atau lingkungan yang nyaman kita malah asik dan suka bergaul, bisa jadi kita menjadi orang yang pendiam karena selama ini kita dilingkungan yang kurang mendukung dan kurang nyaman untuk diri kita sendiri, jadi kita lebih memilih berdiam diri.

Ada juga ada yang merasa dia ambivert nih, karena bisa kumpul bareng banyak orang tapi juga nyaman sendirian. Nah kalau kamu ngerasa bingung dengan tipe kepribadian kamu.  Tinggal kamu hitung deh misalkan dalam rentan waktu satu bulan. Kamu lebih banyak menghabiskan waktu dengan diri sendiri, atau bersosialisasi dengan orang lain. Kalau lebih banyak dengan diri sendiri kamu bisa jadi berkepribadian intovert. Kalau ternyata dalam satu bulan kamu lebih banyak berinteraksi keluar dengan orang, kamu cendrung ekstrovert.

Gitu aja, karena sebenarnya yang paling susah ditutup tutupi adalah kepribadian ekstrovert, karena orang dengan tipe kepribadian ini cenderung merasa bosan kalau sendirian dan kurang bersemangat.

Kebalikannya, ekstrovert malah enggak nyaman kalau terlalu lama ditempat dimana dia harus berinteraksi dengan banyak orang. Kaya aku nih, dulu aku dikit aku tuh ambivert ya, tapi setelah ditelaah dan dikaji lebih dalam sambil bersemedi. ( Hahahah) aku baru sadar ternyata aku adalah seorang introvert.

Aku enggak nyangka aja meskipun tanda tanda keanehanku sejak kecil sudah bermunculan. Waktu jaman SD dulu aku cuma berteman sama 5 orang dari kelas 1 sampai kelas 6 SD. serius !!!
Selebihnya cuma say hello, apalagi dulu aku tuh juara kelas rangking 1 terus selama 5,5  tahun, jadi sombong kek nya aku tuh dulu karena kebanyakan orang yang deketin aku. Hahahah ( maafkan aku teman teman)

Pas kebetulan marahan sama ke 4 temen-temen ini, aku lebih seneng duduk dibawah pohon gaesss maenan semut. Ya Allah, kasihanilah aku. Terus paling kalau ada yang ngisengin, langsung aku kejar kejar pake balok kayu yang gede !. Aku Badung banget ya dulu.

Masuk SMP keanehanku belum ilang keknya, aku berteman bahkan cuma sama orang yang duduk di bangku depan dan belakang aku. Terus sisanya sama temen SD yang kebetulan juga 1 SMP.  SMA pun enggak jauh beda, cuma memang karena mungkin saat itu ada proses memaksakan diri, aku cenderung jadi orang yang ektrovert tapi keknya kamuflase doang. 😆 Supaya dapet temen.

Jaman kuliah juga sama, tapi dimasa ini aku mengira kalau diri aku itu ekstrovert loh karena emang aku ceriwis banget, lincah, aktif, ceria dan berenergi ( hahaha).

Tapi setelah akhirnya aku tau kenapa sih aku dulu bersikap kaya gitu, ternyata ada alasannya. Dan itu bukan sebuah rekayasa, jadi semcam dorongan psikologi aja, jadi refleks dalam diri bukan kamuflase.

Bahkan dirumah dulu, saking senengnya aku sama kesunyian. Aku sering berantem sama ibuku karena dia suka setel musik kencang kencang sampai se RT dengar. Sedangkan aku lebih suka suasana tenang. Sampai disuruh tinggal dihutan waktu itu aku sama ibu. Hahahaha

Tapi bener deh, jadi orang introvert itu memang sebenarnya kurang menyenangkan (Dimata orang lain). Buat diri kita sendiri sih, kayanya enggak masalah. Toh kita juga enggak pernah ganggu orang lain kan ?, Sendiri pun bisa asik kok, nyaman dengan kehidupan yang sepi dan sunyi tanpa gangguan yang enggak perlu ribet pura-pura ramah supaya bisa diterima orang lain. Ya kan ?

Meskipun begitu, ternyata memiliki kepribadian introvert juga bisa menjadi Boomerang buat kamu dan membuat kamu mati tenggelam dalam kesendirian kamu sendiri. Dan yang paling ditakutkan adalah, ketika orang dengan kepribadian introvert memiliki masalah yang sulit ditangani untuk dirinya sendiri dia cenderung lebih mudah stress dan frustasi. Karena orang dengan kepribadian introvert sulit untuk berbagi cerita dengan orang lain. Sehingga dia tidak memiliki referensi cara pandang lain dalam menyikapi masalah. Hasilnya, dia melakukan sesuatu yang difikirkan adalah jalan terbaik meskipun sebenarnya bukan. Dan cenderung bersikap nyeleneh atau bahkan ekstream akibat dari ekplorasi fikirannya sendiri.

Makanya kadang, orang orang yang mohon maaf melakukan hal-hal ekstream malah dikenal sebagai orang yang pendiam. Andai saja mungkin si introvert ini berbagi cerita saat memiliki beban fikiran atau masalah mungkin dia memiliki saran atau masukan dari orang lain. Karena saat kita sedang dalam masalah , fikiran kita itu sulit diajak untuk berfikiran jernih dan cendrung dikendalikan emosi.

Ini lah yang ditakutkan dari para introvert, keliaran fikirannya. 

Selain itu menjadi introvert tulen juga rasanya tidak etis, apalagi sampai kita tidak mengenal dan bertegur sapa dengan tetangga sendiri. Makanya aku punya beberapa tips Buat Kamu si Introvert, Lakukan Ini supaya Kamu Gak Tenggelam Dalam Kesendirianmu


Mengeksplorasi Diri Sendiri
Seorang ekstrovert itu bukan aib, tapi banyak loh orang tua yang kalau anaknya lebih suka main dirumah malah marah-marah dikira kurang pergaulan. Coba deh bu, ditelaah dulu mungkin aja anak ibu tipe introvert. Mereka punya caranya sendiri untuk menyenangkan diri, jadi selama masih dalam kegiatan yang positif, support.

Meskipun begitu bukan berarti diam dirumah dan menyendiri lantas enggak melakukan apa-apa. Ada banyak hal yang bisa dilakukan sesuai passion kamu yang mungkin enggak berhubungan dengan orang lain tapi itu sangat bermanfaat buat diri kamu sendiri atau bahkan untuk orang lain. 

Bahkan beberapa ilmuan dan tokoh terkenal dunia adalah seorang introvert, sebut saja Ishaq newtoon, Albert Einstein, Bill gates, dan om Mark Zuckerberg. Mereka menemukan sesuatu akibat karena mereka lebih suka menyendiri dan melakukan eksperimen yang mereka sukai, tapi hasilnya bukan cuma dirasakan untuk dirinya sendiri tapi juga orang lain. Bahkan meskipun mereka kurang suka bergaul tapi mereka dikenal hampir di seluruh dunia.

Jadi kalau kamu seorang introvert bukan berarti kamu lantas tidak bisa berprestasi, kamu bisa menjadi lebih dengan kemampuan kamu sendiri. Cari tau dan gali diri kamu sendiri, apa minat kamu, bakat atau hal yang kamu sukai. Dan mulai lakukan.


Sering-Sering Mencurahkan Perasaan

Seperti yang kita tau kepribadian introvert itu susah sekali curhat, apalagi dengan sembarang orang. Itupun mungkin enggak semua hal mereka ceritakan. 

Makanya meskipun kamu seorang introvert kamu harus tetap sering mencurahkan perasan kamu, meskipun enggak ke orang lain. Kamu bisa melakukannya dengan cara menulis di diary, blog pribadi atau lainnya yang kamu fikir bisa aman menjaga rahasiamu. Atau bisa juga menulis unek unekmu dikertas kemudian membuangnya supaya tidak terbaca orang lain.

Aku dulu hobi banget nulis diary, bahkan sampai kuliah. Terus kebiasaan itu menghilang, dan sekarang lebih suka menulis blog. Meskipun karena dibaca banyak orang jadi aku enggak bisa menulis dengan detail tapi rasanya sudah cukup terwakili deh perasaan aku.

Dengan menulis dan membacanya lagi kita juga bisa tau dan mengerti apa sih yang sebenarnya ada difikiran kita. Ini bisa juga digunakan untuk memetakan masalah dan emosi serta mencari tau solusinya, iya ... Masalah sendiri, curhat sendiri cari solusi sendiri. Itulah si introvert. Tapi setidaknya kita tidak hanya terfokus pada masalah yang membuat frustasi tapi juga berusaha mencari solusinya dengan membaca masalah kita sendiri.


Belajar Bersosialisasi Dasar

Dimasyarakat kita orang yang pendiam itu cendrung dikatakan sombong. Padahal pendiam dan sombong adalah sifat yang berbeda jauh ya. Tapi begitulah adanya...

Orang berkepribadian introvert memang kurang suka nongkrong, apalagi berumpi ria dengan tetangga. Orang fikir dia sombong, tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya padahal sebenarnya buat dia mungkin enggak nongkrong karena alasan tertentu misalnya sibuk, atau memang enggak suka aja. Tapi bukan itu dijadikan alasan ya, meskipun enggak suka ngerumpi bareng tetangga setidaknya bertegur sapa atau senyum saat bertemu orang lain itu wajib.

Senyum kan ibadah juga kan.

Jadi meskipun kita enggak pernah nongkrong bareng ibu ibu komplek yang suka ngerumpi tapi setidaknya kita masih menyapa mereka dengan baik.

Ini sebenarnya adalah hal paling dasar sih dalam bersosialisasi dengan tetangga dilingkungan sekitar tapi kebanyakan orang jaman sekarang sudah enggan melakukannya.

Berangkat kerja atau kuliah sudah pakai masker dari rumah, bertemu orang pun cuek aja. Terlebih memang jarang nongkrong dan bergaul. Wah... Sebaiknya kalau kamu masih begini coba dikurangi ya.

Minimal , senyum lah saat bertemu dengan orang dilingkungan sekitar. Setidaknya tandanya kita respect dan menghormati dia.

Menjadi siapapun kita sebenarnya tidak masalah, si pemalu. Si pendiam, di ceria, si cerewet, tapi selama masih dalam jalur yang benar dan tetap menjadi diri sendiri. Tapi kalau memang ada hal yang perlu diperbaiki dalam diri kita, tidak lantas didiamkan. Karena orang yang beruntung adalah orang yang memiliki kesempatan untuk memperbaiki dirinya.


Terimakasih ya sudah mampir dan membaca, mohon maaf kalau ada salah kata atau hal yang kurang berkenan. Kalau kamu punya masukan lain yang bisa dilakukan si introvert jangan lupa komen dibawah ini ya. Terimakasih 


Salam


Post a Comment

6 Comments

  1. Ku gak tau y apa aku termasuk org introvert, tp aku klo lg ad masalah aku gak akan curhat kesiapapun dan aku doyan menyendiri

    ReplyDelete
  2. Benar sih tetap jadi diri sendiri, tinggal perbaiki yang dirasa kurang baik ya

    ReplyDelete
  3. Aku merasa dari dulu aku ekstrovert. Tapi setelah melalui sebulan lebih #dirumahaja I think I'm ambivert karena ternyata aku nyaman aja sendirian. Tapi tetep, video call-an atau zoom-an membuat aku merasa bahagia juga bisa sosialisasi dengan orang lain hehe

    ReplyDelete
  4. Aku apa ya? Soalnya suka berubah2 gt juga sih. Mungkin ambivert ya,haga. Ya,standar senyum aja ya kak.

    ReplyDelete
  5. Awalnya aku mengira diriku ini introvert. Tapi semakin dewasa ternyata aku termasuk ambivert. Butuh waktu untuk memahaminya ternyata. Hehe

    ReplyDelete
  6. Saya pernah baca di mana ya, sebenarnya introvert itu bukan yang orangnya pendiam dan pemalu.
    Jadi kalau introvert dikaitkan malas bersosialisasi kayaknya nggak bisa dibilang benar juga.

    Introvert itu adalah saat dia mengecash dirinya, moodnya, energinya.
    Si introvert cenderung merasa lebih refresh saat dia menyendiri, sementara si ekstrovert merasa lebih refresh kalau dia keluar dan bertemu orang-orang.

    Itulah mengapa, sebenarnya introvertpun bisa bersosialisasi dengan baik :)

    ReplyDelete

Mari budayakan berkomentar dengan bijak