Kenali Toxic People Disekitarmu Demi Menjaga Kesehatan Jiwa


Tsay,
Kadang pernah ya kita ketemu bahkan punya temen, kenalan atau bahkan saudara yang suka bikin kepala kita pusing tujuh keliling. Entah karena kelakuannya, entah karena perkataannya atau bahkan hal sepele kaya curhatannya sering kali juga bisa jadi beban buat kita. Orang orang yang merugikan kita baik secara materi maupun non materi bisa disebut toxic people. Penting bagi kita untuk kenali toxic people disekitar kita demi menjaga kesehatan jiwa.

Beberapa ciri toxic people dalam hidup kamu antara lain :

Tidak menghargai atau tidak perduli terhadap perasaanmu

Hal paling mendasar dari toxic people adalah ketika orang tersebut tidak tidak perduli terhadap perasaan kamu. Dan sekarang banyak sekali orang yang seperti ini, biasanya mereka berbicara dan bertindak tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Mereka hanya memikirkan dirinya sendiri, dan kepentingannya.

Jadi kalau ada orang yang mungkin ngomong ke kamu tanpa basa-basi, nyelekit, dan bikin emosi. Fix dia itu toxic people, jauhi segera mungkin.
Karena banyak loh diantara kita mungkin terkukung dengan pertemanan yang menyakitkan, punya teman toxic yang suka ngomong nyelekit, bahkan sudah nyakitin diri kamu sendiri.


Narsistic, menganggap dia istimewa dan superior diatas lainnya

Pernah punya temen kaya gini ? Ngerasa dia paling pinter, paling jago, paling kaya atau paling berkuasa. Sifat seperti ini akan melahirkan sifat negatif lainnya seperti meremehkan orang lain, sombong dan angkuh. Makanya orang yang cocok berteman dengan orang orang seperti ini adalah para penjilat atau para penyabar. Selebihnya ya mualess banget.

Kenapa sih orang seperti ini bisa jadi toxic people buat hidup kita. Karena kalau kita terus bersinggungan dengan orang ini kemungkinannya hanya 2, pertama kita menjadi seperti dia. Kedua, kita akan selalu merasa rendah karena selalu direndahkan olehnya. Karena merasa rendah diri juga enggak baik untuk psikologi. Semakin kita merasa rendah diri, semakin sulit kita melihat potensi dan bersyukur atas apa yang kita miliki.

Suka Curhat tanpa melihat kondisi,

Pernah enggak sih kamu punya temen yang seneng banget curhat, tapi curhatnya kadang enggak liat sikon ?. Ada ?.

Banyak kali ya yang pernah begini.

Biasanya ini terjadi kalau orang itu udah tergantung banget sama kita, dikit-dikit curhat. Minta pendapat ini itu, dan lainnya. Memang sih gratis dan memang enggak masalah juga orang namanya berbagi cerita ke teman.

Masalahnya kadang, kalau ada orang curhat langsung nyelonong tanpa dipersilahkan kan agak beban juga. Mungkin kita juga sedang badmood, atau juga sedang punya masalah dengan keluarga atau pasangan. Pengennya mengeluarkan unek unek malah nambahin masalahnya , yang mungkin secara tidak langsung saat mereka curhat dan meminta pendapat kita juga akhirnya mau enggak mau ikut membantu mencarikan jalan keluar.

Karena, bener deh meskipun cuma cerita. Berbagi kisah itu sama saja berbagi emosi, dan emosi itu mempengaruhi fikiran dan tubuh. Jadi kalau ada orang curhat saat kita juga butuh curhat, rasanya kek ngenesss gitu ya. Mencoba menyelesaikan masalah orang lain sedangkan masalah kita juga bertumpuk-tumpuk.

Memang meskipun termasuk toxic people, tapi teman seperti ini enggak perlu dijauhi kok. Cukup diberikan pengertian kalau kita juga punya masalah dan lagi pengen sendiri atau enggak pengen diganggu dulu. Atau kita bisa menolak secara halus.

" Curhatnya nanti dulu ya say, gue juga lagi ruwet nih".

Semoga aja sih akhirnya dia bisa mengerti dan malah support balik. Intinya kalau punya temen seperti ini yang terpenting adalah kejujuran dan ketegasan.

Suka Pinjam Uang Tapi Ditagih Susah

Buat aku ini mah bukan toxic lagi, tapi bener-bener virus  yang harus dibasmi. Karena orang orang seperti ini nantinya yang bisa merusak pertemanan. Memang uang itu jadi ranah yang sensitif disetiap hubungan, makanya aku sendiri sangat hati-hati sekali kalau sudah berurusan dengan uang baik keteman, tetangga atau saudara.

Jangan sampai hanya karena uang yang enggak seberapa malah merusak pertemanan. Apalagi punya teman yang hobi pinjam uang tapi giliran ditagih susahnya kebangetan dan banyak alasan. Ya Allah..

Ini enggak ditagih butuh, ditagih bikin kesel. Didiemin keenakan, dilupain bikin ngulang. Jadi serba salahkan.
Jadi sebaiknya sebelum berurusan sama orang dengan uang, kenali dulu dengan baik apakah orang itu bisa dipercaya atau enggak. Kalau memang punya teman yang hobi ngutang tapi susah bayar, sebaiknya mundur perlahan supaya kamu enggak kena serangan jantung dikemudian hari. Hehehe

Dalam pandangan Islam, meminjamkan uang kepada orang yang sedang dalam kesusahan termasuk membantu orang lain dan tentu kita mendapatkan pahala jika bisa membantu orang tersebut.  Tetapi yang digaris bawahi, untuk apa dulu nih hutangnya. Kebutuhan premier kah ? membeli kebutuhan pokok seperti kebutuhan rumah tangga. Atau untuk kebutuhan anak sekolah. Atau jangan - jangan dia pinjam untuk membeli hal yang kurang berguna.

Selain itu tinjau lagi keuangan kamu, jangan memaksakan memberikan uang kamu padahal kamu juga sangat butuh, kecuali kebutuhan dia diatas kebutuhan kamu. Misal dia hutang untuk beli beras, sedangkan kamu butuh untuk beli tas baru.😁 Enggak boleh ya kalau begini...

Setelah itu sebaiknya cari tau apakah orang tersebut amanah atau tidak, jadi kalau sekiranya kamu kurang percaya boleh kok menolak hutang, asal santun ya dan tidak menyakiti.

Tapi kalau ada teman yang jadiin hutang itu hobi, please deh ya , itu toxic juga namanya.

Selalu Mengeluh

Aku punya orang dekat yang setiap kali cerita itu penuh dengan keluhan. Mengeluh tentang hidupnya, tentang anak-anak, tentang suaminya dan orang orang disekitarnya. Mungkin kalau mengeluh disaat sulit aku dikit masih wajar ya, ini terkadang yang aku lihat bahkan ketika dia diberikan Rizqi tetap saja ada hal yang dia keluhkan.

Beberapa kali dinasehati untuk melihat segala sesuatu dari dua sisi yang berbeda, tapi tetap saja semua masukan ditolak dengan berbagai alasan. Padahal dengan melihat sisi baik dari sebuah masalah walaupun itu tidak membuat perubahan pada kondisi kehidupannya setidaknya dia bisa lebih tenang dan ikhlas. Ada pelajaran dan hikmah dalam setiap peristiwa kalau kita tau, tapi kalau kita lebih banyak mengeluh. Energi kita akan habis untuk memikirkan dan menyesali hal hal yang tidak perlu.

Orang yang suka mengeluh itu termasuk toxic people, karena lelah rasanya mendengar cerita yang isinya keluhan yang tidak pernah ada habisnya. Daripada kamu membuang waktu untuk orang yang bahkan tidak bisa menghargai hidupnya, sebaiknya simpan waktumu untuk hal yang lebih berarti.

Ghibahin orang didepan kamu, dan ghibahin kamu didepan orang lain

Ada teman kek gini ? Buanyaaaakkk. Inti dari pertemanan kan berbagi suka dan duka, kadang lagi seneng cerita, lagi sedih juga cerita. Tapi kalau ada temen yang suka ceritain lagi masalah kita ke orang lain gimana ?.  Orang semacam ini bisa menjadi toxic buat hidup kamu, kalau udah tau ada teman macam ini sebaiknya kamu juga enggak cerita tentang permasalahan kamu apalagi aib kamu ke orang semacam ini. Karena pasti aibmu akan terceceran kemana-mana. Daripada beban batin saat aibmu diketahui banyak orang lebih jauhi teman seperti ini ya.



Melakukan kekerasan fisik dan Verbal

Aku memang enggak pernah punya teman yang kasar baik secara fisik maupun verbal. Tapi kalau diperlakukan kasar oleh orang lain, aku pernah.

Ingat sekali dulu aku pernah dilecehkan didepan teman seangkatan dengan kekerasan verbal, hanya karena aku berteman dengan pacar si orang aneh itu.

Tapi ya karena aku tau dia salah, dan aku benar. Aku diam, percuma kan menyahuti orang yang sedang gelap hati dan emosi. Jadi aku diam. 3 tahun setelahnya .... Dia minta maaf karena udah menuduh yang tidak benar dan kita berteman.

Tapi karena tau dia tipe orang yang punya sifat dasar kasar secara verbal aku tetap ambil jarak dan enggak mau terlalu intim. Karena mungkin saja suatu hari nanti hanya karena kesalahan kecil, dia bisa marah bak orang kesetanan.

Jadi lebih baik jaga jarak dengan orang orang yang memang punya kecenderungan bersikap kasar deh. Apalagi dijadikan teman hidup, BIG NO banget.


Sebenarnya toxic people ini mudah mudah saja dihindari tapi yang paling sulit adalah ketika toxic people itu adalah orang terdekat kita seperti pasangan atau keluarga yang mau tidak mau kita juga tidak bisa memutuskan hubungan begitu saja.

Dan rasanya juga agak canggung rasanya tiba-tiba menjauhi seseorang atau memutuskan hubungan.  Oleh karen itu ada beberapa  cara ampuh yang bisa dilakukan untuk menjaga diri kita tetap waras ketika menghadapi toxic people ini, seperti :
1. Jangan ragu mengatakan tidak untuk permintaannya
2. Berani jujur terhadap apa yang dirasakan kita sudah tidak nyaman dengan sikap atau perilakuan mereka
3. Jangan terlalu pusing dengan pendapat orang lain tentang kita selama kita benar
4. Memikirkan diri sendiri bukan egois, tapi sebuah kebutuhan jangan sampai karena menuruti keinginan orang lain membuat kita bahkan tidak memikirkan diri sendiri
5. Batasi interaksi dan komunikasi dengan mereka


Terimakasih ya tsay, sudah membaca. Semoga semoga artikel ini bermanfaat, dan tidak ada maksud menyinggung atau memojokkan siapapun disini, mohon maaf kalau ada salah kata.

Salam



Post a Comment

1 Comments

  1. Huhuhuhu, believe me or not, dulu teman-teman wanita saya kebanyakan seperti di atas itu, selain pinjam duit dan kekerasan verbal sih.
    Saya tegas banget kalau mengenai duit (bilang aja nggak punya duit Rey, hahahaha).

    Tapi sering banget dulu saya dimanfaatkan, kalau ada butuhnya mereka datang, setelah selesai butuhnya mereka jauhin saya.

    tapi entah dulu saya kurang peka, saya cuek aja, meski kadang sedikit bete juga sih hihihi

    ReplyDelete

Mari budayakan berkomentar dengan bijak